Sabtu, 19 April 2014

“Murid-Murid Yesus Berpuasa”

Matius 6:16-18
MENERIMA
Berdoalah agar Saudara sebagai murid Yesus juga memiliki hati untuk menjalani salah satu perintah firman Tuhan.
MERENUNGKAN
1. Apakah ada upah untuk orang yang berpuasa? (18)
.......................................................................................
2. Bagaimana sikap puasa yang benar? (16-18)
.......................................................................................
.......................................................................................
3. Bagaimana puasa yang menghasilkan upah? (16-18)
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Sesudah Yesus mengajar tentang hal memberi (ayat 1-4) dan berdoa (ayat 5-15), Ia mengajar tentang puasa. Di Alkitab berpuasa mengacu kepada disiplin ‘berpantang makanan’ demi maksud rohani. Walau berpuasa sering dikaitkan dengan doa, namun puasa harus dipandang sebagai suatu aksi rohani tersendiri. Sebenarnya, puasa dapat disebut "berdoa tanpa mengucapkan kata-kata". Petunjuk Yesus tentang puasa ini menunjukkan bahwa kebiasaan ini masih berlangsung saat itu, termasuk oleh para murid-Nya. Dalam PL berpuasa masal dilakukan pada Hari Raya Pendamaian (Imamat 16:29), juga secara pribadi sebagai ungkapan permohonan doa yang sungguh ketika umat menghadapi hal berat atau mengungkapkan penyesalan atas dosa yang sudah dilakukan. Dalam PB, puasa dilakukan gereja untuk menyiapkan mereka bagi misi yang Allah percayakan (mis.: Kisah 13:2-3).

Mengapa puasa begitu penting sampai Tuhan berjanji memberi upah? Puasa akan menyenangkan hati Tuhan ketika motivasi berpuasa adalah untuk menyenangkan Tuhan. Puasa adalah ibadah pada Tuhan, seperti datang ke pertemuan hari minggu? Beribadah dan berpuasa adalah dua kata yang sering dipakai berdampingan (Lukas 2:57). Lima pemimpin jemaat di Antiokhia mendapat upah (Kisah Para Rasul 13:2). Kaum Farisi menambahkan dua kali puasa seminggu, yaitu Senin dan Kamis, untuk pamer diri. Yesus mengkritik cara puasa yang munafik (ayat 16). Seharusnya dilakukan dengan sukacita (ayat 17). Puasa adalah sarana untuk lebih berkonsentrasi menggumuli kehidupan dan pelayanannya. Disiplin puasa baik untuk dilakukan namun mengandung bahaya bila cara dan motivasi dilakukannya beralih dari mencari Allah kepada mencari perhatian manusia.

Maukah Saudara berpuasa karena kerinduan untuk mengalami keintiman yang dalam dengan-Nya? Puasa yang diawali dari sebuah kebutuhan atas hasil evaluasi kerohanian atau persekutuanmu dengan Tuhan yang telah kering, maka pasti puasa itu berdampak! Marilah menikmati puasa sebagai saat persekutuan dengan tenang bersama dengan Dia. Selamat Berpuasa!
MELAKUKAN
Lakukan satu hal dalam minggu ini yang dapat menjadi bukti bahwa darah Yesus telah mati dan mengubah hidupmu:
 ..........................................................................................
 ..........................................................................................
MEMBAGIKAN
Sharingkan berkat firman Tuhan hari ini pada orang-orang agar mereka tahu bahwa Yesus juga mati untuk mereka.
Ayat Hafalan : Ibrani 9:28

Jumat, 18 April 2014

“Darah Yang Memberi Sukacita”

Wahyu 12:10-12 
MENERIMA
Berdoalah dan bersyukurlah atas karya keselamatan dan kuasa dari darah yang sudah dicurahkan oleh Yesus untuk Saudara!
MERENUNGKAN
1. Bilamana kesukacitaan itu didapat orang Kristen? (10)
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Apakah dasar kemenangan itu? (11)
.......................................................................................
3. Bagaimana respon umat Tuhan dari karya Yesus itu? (12)
.......................................................................................
PENGAJARAN
Seorang pria yang gelisah karena dosa-dosanya bermimpi melihat Yesus tengah dicambuk dengan biadab oleh seorang prajurit. Ketika cambuk keji itu menyentuh punggung Kristus, pria itu gemetar melihat tali cambuk yang tampak mengerikan, yang meninggalkan luka menganga di tubuh-Nya yang tampak bengkak dan bersimbah darah. Saat prajurit yang memegang cambuk itu mengangkat tangannya untuk mencambuk Tuhan kembali, pria itu maju ke depan untuk menghentikannya. Saat itulah prajurit itu menoleh, dan betapa terkejutnya ia saat menatap wajah si prajurit yang tak lain adalah dirinya sendiri! Ia bangun bermandi keringat dingin. Ia tersadar betapa dosanya telah membuat Sang Juruselamat menanggung hukuman memilukan. Tatkala merenungkan hal itu, ia teringat Yesaya 53:5 "...dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."
Identitas yang bersuara tidak jelas. Mungkin suara yang nyaring itu dari ke-24 tua-tua (seperti di pasal 5:9-10), atau mungkin yang bersuara adalah mereka yang "keluar dari Kesusahan Besar itu" (Pasal 7:12). Malaikat tidak menyebut manusia sebagai saudara, jadi sangat mungkin yang bersuara dalam ayat ini bukan malaikat. Sebenarnya apa yang dikatakan, lebih penting daripada identitas dari orang yang bersuara. Suara itu merayakan  kemenangan, kuasa, dan kekuasaan yang kesemuanya terpusat pada Kerajaan Allah. Kerajaan Allah menjadi semakin dekat dan semakin nyata. Nyanyian sukacita tak hanya menekankan adalah kuasa dan kewenangan Yesus, tetapi kuasa umat-Nya untuk mengalahkan Iblis melalui darah Anak Domba, (ayat 11). .Oleh sebab itu, tiada suatu kuasa apapun yang dapat menuduh umat-Nya (1 Yohanes 3:21). Jangan ragu lagi! Darah Yesus bukan hanya memberi kemenangan, tetapi juga kuasa untuk memberkati dan memulihkan orang lain, serta untuk bersaksi. Bukan saja keselamatan, tetapi juga kuasa pemulihan untuk setiap umat Allah. 
Bagian umat Allah, termasuk Saudara hanya percaya dan bersaksi mengenai kuasa darah Yesus yang telah menyelamatkan manusia dari kuasa maut.
MELAKUKAN
Lakukan satu hal dalam minggu ini yang dapat menjadi bukti bahwa darah Yesus telah mati dan mengubah hidupmu:
 ..........................................................................................
 ..........................................................................................
MEMBAGIKAN
Sharingkan berkat firman Tuhan hari ini pada orang-orang agar mereka tahu bahwa Yesus juga mati untuk mereka.
Ayat Hafalan : Ibrani 9:28

Kamis, 17 April 2014

“Kuasa Untuk Bersaksi”

1 Korintus 11:23-29
MENERIMA
Berdoalah agar Saudara menyadari tanggung jawab dibalik perjamuan kudus, yaitu untuk bersaksi atas kebamgkitan-Nya.
MERENUNGKAN
1. Apakah makna dari ‘Inilah tubuhku yang diserahkan...’? (24)
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Apa makna dari perjamuan Kudus? (25-26)
.......................................................................................
.......................................................................................
3.  Mengapa hal ini diberlakukan terhadap jemaat? (27-29)
    ......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Kematian Yesus adalah tanda paling nyata bahwa Allah berjanji memberikan perjanjian baru bagi manusia (Yeremia 31:31-34). Perjanjian baru ini tidak berarti hukum yang lama tidak bagus, tetapi perjanjian yang didasarkan kepada ikatan "hati" yang baru atau motivasi baru untuk menaati hukum Allah, oleh kuasa darah Yesus.

Perjamuan Kudus adalah lambang dari "perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku" (ayat 25). Jadi bila jemaat mengikuti upacara ini, maka pasti mereka paham akan makna dari ‘roti dan anggur itu’. Tetapi kenyataannya mereka ditegor keras oleh Paulus sebab perjamuan kudus telah berubah fungsi menjadi pesta perjamuan bukan pesta rohani yang layak dirayakan untuk mendorong setiap umat, yang mengakui kematian dan kebangkitan Yesus untuk bersaksi dan memberitakan kasih-Nya yang begitu besar atas manusia yang sudah berdosa. Adalah suatu keanehan bila perjamuan kudus malah disalahguna-kan untuk memuaskan kedagingan mereka, bukan untuk pengujian diri: “Apakah saya sudah menyaksikan kuasa darah Yesus melalui kematian-Nya?’. Hukuman itu terjadi ketika menjalani perjamuan kudus tanpa kekudusan diri dan kesaksian hidup yang kudus. Di sebuah kereta api, sang penulis, Charles Trumbull bertemu seorang pemabuk yang melontarkan kata-kata tak senonoh dan duduk di sampingnya. Ketika pria itu menawarkan minumannya, Trumbull sama sekali tidak menyalahkan orang itu. Malahan ia menjawab, "Tidak, terima kasih, tapi saya tahu Anda sangat murah hati." Mendengar kata- katanya, mata pria itu langsung bersinar. Sewaktu mereka bercakap-cakap, laki-laki itu mendengar tentang Pribadi yang menawarkan air kehidupan yang dapat memuaskannya. Tak lama kemudian ia pun menerima Kristus.

Ingatlah Perjamuan Kudus adalah satu persekutuan intim akan kematian dan kebangkitan-Nya, yang makin mendorong Saudara untuk selalu haus memberitakan kasih-Nya di kayu Salib itu kepada semua orang, bukan sekedar satu ritual makan roti dan minum anggur semata.
MELAKUKAN
Lakukan satu hal dalam minggu ini yang dapat menjadi bukti bahwa darah Yesus telah mati dan mengubah hidupmu:
 ..........................................................................................
 ..........................................................................................
MEMBAGIKAN
Sharingkan berkat firman Tuhan hari ini pada orang-orang agar mereka tahu bahwa Yesus juga mati untuk mereka.
Ayat Hafalan : Ibrani 9:28