Wednesday, December 9, 2009

“Panggilan Pada Anugerah-Nya”

Roma 1:1-7

M1 = Menerima FT

1. Mintalah bimbingan dari Tuhan melalui doa dan Firman Tuhan supaya kita dapat lebih memahami akan panggilan kasih karunia dari Allah bagi kita dan sedia melakukannya.

M2 = Merenungkan FT

1. Berdasarkan pengakuan Paulus sendiri, siapakah ? (1)

.....................................................................................

2. Dengan perantaraan siapakah Paulus menerima anugerah dan jabatan rasul tersebut dan untuk apakah jabatan itu ? (5)

.....................................................................................

3. Mengapa Rasul Paulus mau berbeban memberitakan Injil kepada jemaat di Roma dan apakah doa dan harapan Paulus kepada mereka ? (6-7)

.....................................................................................

.....................................................................................

PENGAJARAN

Setiap orang Kristen atau pengikut dipilih dan dipanggil Allah untuk menjadi saluran kasih karunia (Agent of Grace) bagi sesama manusia lainnya supaya mereka dapat mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus serta diselamatakan supaya menjadi murid-Nya yang taat melakukan setiap ajaran dan perintah-Nya, setelah itu memberkati oran g lain lagi (band.. Matius 28:19-20).

Kesadaran Paulus akan panggilan ini baginya mendorong dia untuk memberitakan Injil di kota Roma khususnya kepada orang non-Yahudi dengan penuh keberanian. Ada tiga sebutan yang dipakai Paulus untuk menggambarkan dirinya, yaitu: hamba Kristus, rasul, orang yang dikuduskan atau dikhususkan. Semua gambaran tentang dirinya berarti sebagai orang yang diberi wewenang dan diutus untuk suatu tugas tertentu, yaitu untuk memberitakan Injil Allah yang olehnya manusia dapat diselamatkan. Dan Paulus pun sadar bahwa Tuhan memberikan wewenang dan mengutusnya untuk melakukan tugas ini bukan karena ia dinilai layak dan memiliki kemampuan untuk melakukannya, tetapi itu semua hanya karena kasih karunia yang Tuhan berikan kepadanya secara cuma-cuma melalui Yesus Kristus.

Kasih karunia Allah ini pun berlaku bagi semua orang yang telah menjadi milik Kristus, yaitu semua orang yang dikasihi-Nya, baik bagi orang Yahudi maupun orang non-Yahudi di mana pun Tuhan nyatakan panggilan-Nya. Juga demikian bagi setiap saudara pun dipanggil oleh Allah dan dan dikuduskan-Nya untuk menjadi terang dan garam dunia serta untuk mengerjakan Amanat Agung, yaitu menjadikan semua bangsa murid-Nya untuk taat melakukan setiap ajaran dan perintah-Nya.

Allah pun akan menyediakan berkat bagi setiap orang yang memenuhi panggilan-Nya, yaitu menambahkannya kasih karunia dan damai sejahtera, yang memungkinkan saudara menjadi alat yang dapat menyalurkan kasih karunia dan damai bagi sesama saudara dan bagi seluruh dunia, sehingga harapan Tuhan bagi dunia di hari Natal ini dapat diwujudkan melalui saudara. Sudahkah saudara memenuhi panggilan Tuhan itu dan menjawab harapan Tuhan bagi dunia ini, menjadi terang dan garam yang menuntun orang untuk menerima kasih karunia Allah?

Mengerjakan panggilan Tuhan bukanlah suatu pilihan melainkan suatu kewajiban bagi saudara yang telah terlebih dahulu dipilih, diselamatkan, dikuduskan dan dipanggil oleh-Nya untuk menerima kasih karunia-Nya.

M3 = Melakukan FT

1. Salah satu cara untuk menghargai kasih karunia Allah yang telah diberikan secara cuma-cuma bagi Saudara adalah dengan mengabarkan Injil atau membawa orang lain datang kepada-Nya. Mulailah dengan mendoakan mereka saat ini!

.....................................................................................

M4 = Membagikan FT

1. Bagikanlah pelajaran rohani atau berkat yang saudara peroleh melalui pengajaran Firman Tuhan ini kepada setiap anggota keluargamu dan kepada teman-temanmu!

“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar

untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat,

yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. ” Lukas 2:10b-11

[+/-] Yang Lengkap...

Tuesday, December 8, 2009

“Anugerah Demi Anugerah”

Yohanes 1:14-18

M1 = Menerima FT

1. Berdoalah mohon Tuhan menolong saudara agar dapat memahami kasih karunia-Nya yang senantiasa memelihar dan menyertai kehidupanmu.

M2 = Merenungkan FT

1. Apa yang terjadi dengan Firman itu? (14)

.....................................................................................

2. Bagaimanakah wujud Firman itu? (14)

.....................................................................................

3. Apakah kesaksian mengenai Tuhan Yesus? (15)

.....................................................................................

4. Apakah dampak dari kepenuhan-Nya? (16)

.....................................................................................

Bagaimanakah caranya sehingga kita dapat melihat Allah? (18).

.....................................................................................

.....................................................................................

PENGAJARAN

Perikop hari ini mengandung makna yang sangat dalam, khususnya pada ayat 14, Yohanes bersaksi tentang Firman yang telah menjelma menjadi manusia (Yesus Kristus) dan diam diantara kita. Ada 3 kata yang penting yang digunakan oleh Yohanes, yaitu:

1. Anugerah. Kata anugerah mengandung arti sesuatu yang seharusnya tak mungkin didapatkan tetapi akhirnya bisa diperoleh. Jadi dia didapat bukan karena ada suatu usaha. Allah telah datang ke dunia untuk hidup dan mati bagi manusia bukan karena usaha dan hak manusia, namun itu terjadi semata-mata karena belas kasihan dari Allah saja. Kata Anugerah menunjukkan kehinaan manusia dan kebaikan Allah yang tanpa batas.

2. Kebenaran. Kata ini merupakan salah satu kata yang paling banyak dipakai dalam Injil Yohanes. Yesus adalah perwjudan dari kebenaran itu sendiri. Ia berkata: Akulah kebenaran. Untuk melihat kebenaran, maka seseorang harus melihat Yesus. Yesus datang agar manusia dapat menikmati relasi dengan Allah Bapa yang terputus oleh karena ketidakbenaran atau dosa manusia. Melalui-Nya, manusia dapat melihat Allah Bapa.

3. Kemuliaan. Yesus datang untuk menjembatani jurang Allah yang mulia dengan manusia yang hina. Kehadiran dan pekerjaan-Nya adalah untuk menyatakan kemuliaan Allah. Kemuliaan Yesus bukan berasal dari manusia. Ia tidak mengejar kemuliaan-Nya sendiri, melainkan kemuliaan dari Allah, supaya manusia kembali dari keterpurukan dosa dan menjadi mahkluk yang mulia.

Pada ayat 17, ia berkata: Daripada-Nya ... menerima kasih karunia demi kasih karunia. Kata ini secara harafiah dapat diartikan karunia diganti karunia, yaitu dalam Yesus saudara mendapatkan keajaiban-keajaiban yang beruntun. Keajaiban yang satu membawa pada keajaiban yang berikut. Masa dan situasi yang berbeda-beda di dalam hidup memerlukan anugerah yang berbeda-beda pula. Anugerah di masa lancar tentu berbeda pada masa sulit. Juga anugerah di masa muda berbeda pada saat masa tua. Oleh sebab itu, anugerah Allah tidaklah statis, tetapi dinamis. Anugerah Allah itu selalu cocok dengan di segala situasi dan kondisi. Setelah semuanya selesai, muncul keperluan baru, maka anugerah baru pun datang. Maka sepanjang hidup ini pasti setiap anak Tuhan akan menerima anugerah demi anugerah; anugerah yang satu disusul oleh anugerah yang lain; anugerah yang satu menggantikan anugerah yang lain. Hal ini terjadi oleh karena anugerah Kristus itu cukup dan pasti berhasil mengatasi setiap keadaan. Kesulitan apakah yang saudara hadapi pada saat ini, percayalah, anugerah demi anugerah akan datang. Yakin dan percayalah, sambil terus dekat dengan-Nya.

M3 = Melakukan FT

1. Cobalah refleksi diri, dalam beberapa saat terakhir ini kesulitan hidup apa yang Saudara hadapi, anugerah apa saja yang saudara peroleh? Tuliskanlah dan saudara akan temukan anugerah yang berbeda yang saudara peroleh. Mengucap syukurlah atas hal itu.

.....................................................................................

M4 = Membagikan FT

1. Bagikanlah berkat dari kasih karunia demi kasih karunia yang saudara peroleh kepada teman komsel saudara.

“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar

untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat,

yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. ” Lukas 2:10b-11

[+/-] Yang Lengkap...

Monday, December 7, 2009

CHRISTMAS AND SALVATION

Lukas 1:69-80

Perikop ini adalah Nyanyian pujian Zakharia, yang tak sekedar berisi pujian syukur tetapi juga nubuatan akan Tuhan Yesus, sang Mesias dan fungsi dari anaknya, Yohanes Pembaptis, Pembaptis yang menjadi pembuka jalan bagi Kristus, Sang Mesias, yang sangat dinantikan. Ada beberapa yang unik dan baru disini, yaitu:

1. Dapat dikatakan ini adalah firman yang pertama kali muncul lebih kurang 400 tahun lamanya Tuhan tidak berfirman. Ini dikarenakan kejahatan umat Israel atau juga ketidakbutuhan mereka akan firman dan Allah (Hak 21:25), sehingga Allah meninggalkan mereka.

2. Dan juga untuk pertama kalinya Zakharia sebagai keturunan dari suku Lewi, seorang imam, melakukan suatu fungsi dari seorang Nabi (band. 1:5,8). Umumnya seorang imam hanya menjadi perantara untuk menyampaikan persembahan korban penghapus dosa kepada Allah, sedangkan tugas seorang nabi adalah penyampai berita atau menjadi jurubicara dari Allah. Dua tugas yang sangat berbeda, namun Allah bekerja tanpa dibatasi oleh aturan atau kebiasaan dalam Perjanjian Lama.

3. Dan untuk sekian waktu tak bisa berbicara, Zakharia bisa berbicara seiring kelahiran dari Yohanes Pembaptis (1:30). Ini dikarenakan Zakharia tak percaya akan janji berkat anak untuk mereka yang sudah tua. Atas ketidakpercayaannya, maka Tuhan ‘menghukum’nya tak bisa berbicara sampai ia menyebutkan anaknya, Yohanes pembaptis.

Apakah isi nubuatan dari Zakharia menjelang kelahiran Tuhan Yesus (NATAL)?

1. Adanya Perayaan Kelepasan (ay.68,71-72,74,79). Natal tak sekedar sebagai peringatan kelahiran Yesus, tetapi Natal adalah perayaan (celebration) akan pelepasan bangsa ini dari kegelapan dalam rentang 400 tahun atau sama dengan 16 generasi antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Pada masa itu orang Israel hanya menjalani keagamaan sebagai rutinitas tanpa kebangunan, dan makin tertekan oleh tuntutan atau aturan Taurat karena tanpa dengan Allah. Aturan-aturan tersebut justru mengikat dan menyengsarakan hidup mereka sendiri. Mereka pikir dengan melakukan aturan-aturan, mereka telah beragama atau beribadah. Ay. 72 ’menunjukkan rahmat-Nya’ merupakan suatu pernyataan yang sangat mendalam dan berarti bagi mereka yang mendengarkan. Sebab berita dari Zakharia ini adalah berita pelepasan yang patut dirayakan sebagai hari sukacita dan pengucapan syukur. Suatu anugerah yang melepaskan dari kegelapan, aturan keagamaan yang menyengsarakan, dan keagamaan tanpa keintiman dengan Allah.

2. Adanya berita Keselamatan (ay.69-70,77). Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, Allah merancangkan keselamatan; dari keturunan perempuan inilah yang akan meremukkan kepala iblis (Kej. 3:15). Tuhan memelihara bangsa Israel selama beratus-ratus tahun untuk memberitakan kabar keselamatan dan menjadi tempat kelahiran Juruselamat karena itu Tuhan meminta agar manusia menguduskan diri, hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Akan tetapi hidup mereka terus menyeleweng dari jalan Tuhan walaupun Tuhan telah berulang kali memperingat-kannya. Setelah Maleakhi, Tuhan tidak berfirman lagi selama lebih kurang 400 tahun lamanya. Untuk pertama kalinya Allah memakai imam Zakharia yang difungsikan sebagai nabi untuk mewartakan berita Firman.

Sharingkan:

* Apakah makna Natal bagi setiap kita? Mengapa demikian? Seharusnya bagaimanakah merayakan Natal?

* Natal yang bagaimanakah yang ingin berikan kepada Allah kita? (lihat ay. 74)

Komsel Minggu I Des 2009

[+/-] Yang Lengkap...

“Natal Dan Keselamatan”

Yohanes 3:13-21

M1 = Menerima FT

1. Berdoa agar saudara dapat memahami makna dari Natal yang sesungguhnya, yaitu Allah yang mengasihi manusia dengan jalan memberikan jalan keselamatan.

M2 = Merenungkan FT

1. Siapa yang layak untuk mendapat kemuliaan? (13-14)

................................................................................................................

2. Apa alasan Allah memberikan kehidupan kekal pada manusia? (16)

......................................................................................................

3. Dengan cara bagaimana Allah menyatakan kasih-Nya itu? (16)

................................................................................................................

4. Apa syarat mendapatkan keselamatan itu? (18)

.....................................................................................

.....................................................................................

PENGAJARAN

Natal adalah peristiwa sejarah terpenting bagi kehidupan umat manusia. Peristiwa yang mengingatkan setiap orang percaya bahwa tujuan kedatangan-Nya adalah untuk menyediakan keselamatan bagi umat manusia. Kondisi manusia yang telah berbuat dosa, terkutuk, dan berada di bawah murka Allah menjadikan kebutuhan akan kepastian keselamatan sangat mendesak. Saudara tentu tidak ingin berspekulasi dengan keselamatan hidup saudara sendiri di masa mendatang. Pemahaman akan karya Allah bagi keselamatan manusia amat penting untuk mengetahui kepastian keselamatan saudara. Apakah kini saudara berkata “Pasti selamat!” atau “Mudah-mudahan selamat!” ditentukan oleh pemahaman ini.

Yohanes 3:16 memaparkan 3 karya Allah dalam menyelamatkan manusia, yakni: 1). Allah menghendaki keselamatan manusia. Jika memperhatikan apa yang tertulis pada Alkitab, khususnya di Yohanes 3:16a, “Allah sangat mengasihi dunia ini,” maka jelas pesannya bahwa IA menghendaki manusia masuk surga, dan bukan kebinasaan atau masuk neraka. Sebagaimana pernyataan di atas, kasih adalah sifat yang mendorong dan mengarahkan langkah aksi Allah dalam memberikan yang terbaik dengan tanpa pamrih kepada pribadi yang dikasihi-Nya. Karena itu, jika dikemukakan bahwa Allah mengasihi dunia, itu berarti Dia menghendaki dan merindukan yang terbaik bagi manusia berdosa, yakni relasi intim dengan Dia; selanjutnya, itu juga Dia memikirkan cara menyelamatkan manusia, dan mnyelamatkan dari kebinasaan.

2). Allah menyediakan jalan keselamatan. Wujud dari kasih Allah kepada dunia adalah bahwa Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, maka bisa disimpulkan bahwa aksi-Nya mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal adalah karya dalam menyediakan jalan keluar kepada manusia. “Anak-Nya” itu merupakan “satu-satunya dari keluarga Allah, dan tidak ada yang lain yang memiliki hubungan yang unik itu.” Dari sini terlihat bahwa sesungguhnya Anak Allah merupakan Allah sejati. Peristiwa Natal adalah suatu hal yang mengingatkan bahwa Yesus yang lahir ini akan mati di kayu salib untuk setiap orang, dan memang itulah tujuan-Nya datang ke dunia.

3). Allah mengaruniakan jaminan keselamatan. Selain menghendaki dan menyediakan jalan keselamatan bagi manusia di dalam Kristus, Allah juga mengaruniakan keselamatan yang pasti kepada manusia. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada yang memegahkan diri. (Ef. 2:8,9). Adakah saudara mensyukuri di hari Natal ini, bahwa Ia datang mengasihi dan menyelamatkanmu?

M3 = Melakukan FT

1. Persiapkanlah Natal tahun ini dengan menyadari bahwa Yesus yang lahir datang ke dunia untuk mati, menebus saudara. Dan beritakan hal ini kepada mereka yang belum percaya.

.....................................................................................

M4 = Membagikan FT

1. Bagikanlah bagaimana pengalaman saudara merayakan Natal bukan hanya dengan kemeriahannya, namun dengan menyadari akan hal ini.

“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar

untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat,

yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. ” Lukas 2:10b-11

[+/-] Yang Lengkap...

Sunday, December 6, 2009

NATAL dan KESELAMATAN

Lukas 1:67-79

LUK 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Pendahuluan

Perikop ini tak sekedar berisi Nyanyian pujian Zakharia, tetapi juga nubuat Tuhan bagi seluruh umat-Nya yang diucapkan Zakharia; setelah lebih kurang 400 tahun lamanya Tuhan tidak berfirman. Ia bernubuat itu tentang hal kelahiran Kristus, yakni Natal yang pertama dan peranan anaknya, Yohanes Pembaptis yang menjadi pembuka jalan bagi Kristus.

Dan tak hanya bernubuat tetapi berkata setelah hamper setahun ia BISU (Kis 2 – ketika dipenuhi Roh Kudus, mereka bisa berbahasa di luar bahasanya, juga berbahasa Roh), dan tak hanya bernubuat tetapi berkata setelah hamper setahun ia BISU.

Apkl: Ini menunjukkan bahwa apakah kita bisa berguna untuk Tuhan atau tidak, itu tergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita cuma harus mau menyediakan diri kita untuk dipakai oleh Tuhan. Bukan segalanya harus sesuai keinginannya. Zakharia menyadari hal ini.

Ini juga mengajarkan: Nubuatan tak harus meramal, nubuatan alat dari mulut ALLAH, nubuatan tak berarti mulai menposisikan diri sebagai orang penting bahkan menjadi seperti ALLAH. Pasti perkataan ini berdampak besar stl rakyat tak pernah mendengar 400 tahun firman Tuhan. Ia bisa jatuh menjadikan dirinya sebagai nabi, atau malah ALLAH. Namun ia tak melakukan itu karena masih pem-BISU-an adalah pembelajaran paling berharga bagi dirinya. Oleh sebab itu, ia tak berani mempermainkan manusia yang sedang haus kebenaran selama 400 tahun.

Natal menjadi momen bagi Tuhan kembali berfirman setelah berhenti dengan Perjanjian Lama dan membuka babak baru, yaitu Perjanjian Baru dengan prinsip yang baru, modus baru dan cara baru. Imam Zakharia difungsikan sebagai nabi untuk bernubuat, the speakerman of God. Nubuat berarti pesan dari Allah yang bersifat kebenaran dan pembicaranya adalah nabi dari kata naba’ah. Nubuat bukan ramalan atau horoskop. Jadi ketika ia bernubuat ia menyampaikan firman Tuhan, nubuatan itu memberikan pengharapan bukan membawa kepada ketakutan;

Nubuat Tuhan tersebut dibagi menjadi empat bagian berkaitan dengan kelahiran Yesus: Natal memberikan keselamatan (ay. 68-71),

CARANYA:

1. Keselamatan berawal dari lawatan Allah. Dalam ay 68b dikatakan bahwa lawatan Allah itu membawa kelepasan kepada umatNya, dan dalam ay 78b-79 menerangi / mengarahkan orang yang dalam gelap / bayang-bayang maut.

Lihat IA datang untuk anda (Luk 2:11)

* Dari ay 71 kelihatannya kelepasan dalam ay 68 ini merupakan keselamatan secara jasmani / politis, yaitu dari penjajahan Roma, tetapi sebetulnya tidak demikian. Alasannya:

a) Bagian pertama dari nubuat ini (ay 68-75) harus dihubungkan dengan bagian kedua (ay 76-79) yang jelas menunjukkan keselamatan secara rohani.

b) Disamping itu, bagian pertama nubuat ini menghubungkan keselamatan dengan tanduk keselamatan dari keturunan Daud (yaitu Yesus), sehingga jelas ini tidak berbicara tentang keselamatan politis / jasmani, tetapi rohani.

APKLS: keselamatan adalah insiatif dari ALLAH, sebagai perwujudan belas kasihan (charis) ALLAH kepada dunia yang hedonis, oportunis dan humanis ini.

2. Menumbuhkan tanduk keselamatan (ay 69-70).

* ‘Tanduk keselamatan dalam keturunan Daud’.

o Ini jelas menunjuk kepada Yesus, bukan Yohanes Pembaptis, karena Yohanes Pembaptis bukan dari keturunan Daud / Yehuda, tetapi Lewi (Ingat Zakharia adalah seorang imam).

o Sejak jaman PL, Tuhan sudah menjanjikan akan munculnya Mesias dari keturunan Daud (ay 70 bdk. Yer 23:5). Tetapi, sejak pembuangan ke Babilonia, keturunan Daud praktis hancur. Tetapi janji Allah ini tetap berlaku dan akhirnya tergenapi!

3. Memberikan Surya pagi (ay 78b).

* ‘Surya pagi’ ini jelas menunjuk kepada Yesus (ay 78b bdk. Yes 9:1-2 Yes 40:1-2 dan khususnya Mal 4:2).

* Yesus menyinari mereka yang ada dalam gelap dan dalam naungan / bayang-bayang maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera (ay 79).

Tujuan Tuhan melepaskan umatNya:

i. Untuk menunjukkan rahmat / belas kasihanNya (ay 72a band. ay 78).

* Ia Juruselamat dari apa utk dirimu? Hanya dari kekuatiran; hanya dari hutang2mu?; dari masalah ekonomi?; dari keutuhan keluarga, hubungan pribadi dgn pacarmu belaka? Dari kebiasaan burukmu belaka? Dari kekerasan hatimu semata?

* Ia bukan juruselamat neraka belaka. Ia menunjukkan dengan memberikan keBEBASan Bukankah saudara sendiri menjadi sumber masalahmu: cara menanggapi sesuatu, kebiasaan yang tak dapat anda ubah, pikiran-pikiran yang tak anda kehendaki, emosi yang tak kausukai, ketakutan yg tak dapat disembunyikan, penyesalan / kebencian tak dapat anda lepaskan.

* Jadi ketika IA menYELAMATkanmu berarti menyelamatkan dosamu dan dirimu sendiri (si ’AKU’mu). Jika kita mengaku tak berdosa, kita tipu diri kita (1 Yoh 1:8).

* Bukankah kita ingin menjadi juruselamat diri kita sendiri, yaitu dengan tekad keras, janji di awal tahun, namun semua sia2 dan akan buat engkau frustasi.

ii. Untuk menggenapi janjiNya kepada Abraham (ay 72b-73), yaitu memberi karunia.

* Dalam setiap sisi hidup (studi, pekerjaan, olah raga, dll) – Kita diNILAI dari etos kerja: Usaha keras; keringat, kompetisi, kemauan keras, dan kerja...kerja dan kerja.

* Setiap orang kemudian mendapat suatu ’doktrin’: tak ada makan siang gratis. Kita dapat dari apa yang kita bayar; apa yang terjadi terserah aku; jika engkau ingin sesuatu dikerjakan dengan baik, kerjakan sendiri; kita menjadi apa dari apa yang kita kerjakan. (MAT 19:16-26)

* Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." (yoh 6:28-29)

* Keselamatan bukan usaha keras, seolah-olah tak berbeda dengan hal di dunia yang kau geluti. Jadi saya dapat kasih karunia kalau saya....; ada syarat baru ada reward...

iii. Supaya umatNya bisa beribadah (NIV = Serve) kepada Allah tanpa takut, dalam kebenaran dan kekudusan seumur hidup kita (ay 74-75). Karena sudah bebas dari musuh / sudah selamat, maka kita tidak boleh takut (bdk. Maz 27:1-dst Maz 56:12 Ro 8:31-39 2Tim 1:7 1Yoh 4:17-18).

o Ilustrasi: BEBEK.

o Hidupmu tercipta untuk melayani

o Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,

yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (EF 2:10)

[+/-] Yang Lengkap...