Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 28 Juni 2014

KESABARAN

Matius 18:23-35
"Orang yang sabar besar pengertiannya" (Amsal 14:29).
Apakah kesabaran itu?
Kata Makrothumia (μακροθυμέω = Yunani) digunakan dalam Perjanjian Baru untuk menggambarkan sikap Allah atas manusia, yang hidup dalam kejahatan, kebebalan dan sikap yang selalu melawan (Roma 2:4). Jadi Kesabaran adalah sikap yang mampu menahan diri dari amarah/perasaan dendam/ fitnahan dan sebagainya (Kolose 3:13) serta tekun dalam menanggung kesesakan, tekanan dan penderitaan, yang membawa kemenangan.
Perikop ini mengisahkan tentang perumpamaan mengenai seorang raja yang memutuskan untuk menyelesaikan rekening-rekeningnya dengan mereka yang berhutang padanya. Orang kepercayaannya menyodorkan seorang yang berhutang jutaan dolar [10.000 talenta -- > 1 talenta = 6.000 dinar. 1 dinar = upah sehari]. Sang raja dengan cepat menyatakan bahwa laki-laki itu bersama istri dan anak-anaknya harus dijual untuk melunasi hutang (ayat 25). Karena ketidakmampuannya untuk membayar, orang itu akan kehilangan segala-galanya dan semua orang yang ia sayangi. Tidak mengherankan. sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: "Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan." Lalu si raja tergerak oleh belas kasihan sehingga ia membebaskannya dari hutangnya. Orang yang berhutang itu tidak memohon belas kasihan atau pengampunan; ia memohon kesabaran. Sama ganjilnya adalah penampilan tunggal dari kata ini [Makrothumia], Yesus menggunakannya 2 X dalam kisah ini dan tidak pernah menggunakannya lagi. Kata ini tidak pernah muncul lagi di mana pun dalam Injil. Barangkali penggunaan yang jarang ini adalah cara menonjolkan gaya abad pertama. Yesus menyimpan kata ini untuk satu kejadian untuk menjelaskan satu hal. Kesabaran lebih dariada satu kebajikan bagi antrian panjang dan pelayan-pelayan yang lamban. Andai tidak ada kesabaran, maka tidak akan ada kemurahan hati. Tetapi sang raja sabar, dan laki-laki dengan hutang berjuta-juta dolar itu diampuni. Celakanya, Orang yg baru saja diampuni itu mencari seseorang yang berhutang uang kepadanya, sebesar 100 dinar (bukan satu Talenta, yagn seharga 6.000 dinar) kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: "Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. (Matius 18:28-29). Sang raja terperangah. Bagaimana orang ini bisa begitu tidak sabaran? Berani-beraninya dia bersikap tidak sabar seperti itu. Tinta dari cap DIBATALKAN masih basah pada rekening orang itu. Kita sangat mungkin berpikir bahwa orang yang baru saja diampuni dan dibebaskan dari hutang begitu besar PASTI akan memiliki kasih sayang yang sangat besar. Tetapi orang ini tidak, dan hal itu harus dibayar mahal olehnya (ayat 32-34) -- > seharusnya engkau memiliki kesabaran yang lebih daripada kesabaranku karena kamu berhutang lebih banyak dan lebih besar dari orang yang berhutang kepadanya. Jadi kesabaran sang raja tidak memberikan dampak apa-apa kepada si hamba yang jahat itu. Ia diberi banyak kesabaran tetapi ia tidak memberi kesabaran, sehingga kita jadi bertanya-tanya apakah ia sesungguhnya mengerti pemberian anugerah yang diterimanya?.
INGAT! Roh Kudus adalah sumber segalanya bagi setiap orang yang percaya. Kesabaran akan mudah muncul jika kita dipenuhi oleh Roh Kudus, sebab salah satu sifat dari buah Roh adalah KESABARAN. Dan celakanya, Tuhan melatih kesabaran setiap anak-Nya melalui segala peristiwa (termasuk dalam hal-hal yang buruk, penderitaan, kondisi yang negatif) agar roh Kesabaran kita dilatih dan terlatih. Tidak mungkin buah roh itu muncul tanpa peristiwa-peristiwa yang diizinkan menghampiri hidup kita (Roma 8:28). Ketahanan akan penderitaan (Kesabaran – longsuffering) sangat tepat menggambarkan arti kesabaran. Jadi kesabaran tidak muncul dari kehidupan yang dipenuhi kelancaran tetapi dalam kesulitan. Nah kurangnya kesabaran kita itu, apakah karena kurangnya pengertian/pemahaman akan maksud Allah atas hidup kita melalui segala peristiwa itu?
Sharingkan:
1.      Mengapa dalam kondisi yang negatif (ekonomi terpuruk, atasan marah atau bawahan susah diatur, anak-anak tidak taat, dll), secara otomatis kita emosi, kesal atau mengeluarkan kata-kata yang tidak membangun? Bagaimana agar tidak selalu terjebak atau jatuh dalam respon yang seperti itu?

2.      Sejauh mana kesabaran Allah atas kita memberi pengaruh atas kesabaran kita kepada orang lain?

Minggu, 08 Juni 2014

“Benci vs Kasih ”

Amsal 10:2 
MENERIMA
Berdoalah agar Tuhan mengajari Saudara mengasihi orang-orang yang sulit Saudara kasihi.
MERENUNGKAN
1. Menurut penulis Amsal, apa yang dihasilkan dari kebencian?
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Menurut penulis Amsal, apa yang dihasilkan dari kasih?
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Setiap orang memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, setiap orang diciptakan dengan unik. Nah, keunikan atau keberbedaan itu terkadang berpotensi untuk menghasilkan konflik.  Seperti yang pernah saya alami.  Ketika kecil saya dan adik perempuan saya sering bertengkar.  Hal-hal sepele terkadang menjadi sumber konflik diantara kami.  Misalnya adik saya senang tidur di samping mama, saya pun juga suka.  Maka jika malam sebelum tidur kami sering lomba-lomban terdahulu sampai di ranjang dan tidur di samping mama.  Jika saya menang maka adik akan menangis dan akhirnya mama menyuruh saya untuk mengalah.  Saya memang mengalah namun dalam hati sangat marah kepada adik.  Akibatnya saya sering menggangu adik dan membuatnya menangis karena saking jengkelnya.  Kisah masa kecil saya ini pun ternyata bukan hanya anak kecil yang melakukan.

Orang dewasa pun tidak luput dengan namanya konflik dan saling menjatuhkan satu dengan yang lain.  Hal ini disebabkan karena sesuatu yang ada dalam diri orang tersebut adalah kebencian demi kebenciaan dan bukannya hati yang mengasihi. Ingat: Kasih merupakan ciri khas orang percaya, yang sudah dikasihi oleh Kristus.  Dengan kontras penulis kitab Amsal menyatakan bahwa, “Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. (Amsal 10:2)” 

Ketika terjadi konflik maka seharusnya bukan pertengkaran atau perpecahan yang terjadi melainkan menyelesaikan perbedaan dan konflik dengan hati yang penuh kasih.  Kasih yang akan membuat seseorang ketika menghadapi konflik dengan cara yang berbeda yaitu dengan cara Allah.  Allah menyatakan kasih-Nya kepada manusia yang berdosa dengan datang ke dunia, rela disiksa, bahkan mati di kayu salib tetapi bangkit pada hari yang ketiga.  

Bukankah Saudara pun sebagai orang sudah percaya harusnya juga menyatakan kasih Allah kepada anggota keluargamu, kepada tentangga, kepada orang lain.  Sehingga mereka semua bisa melihat dan merasakan kasih Allah melalui kehidupan Saudara.  Selamat menjadi agen kasih Allah bagi dunia ini!.
MELAKUKAN
Lakukanlah tindakan kasih yang konkrit untuk salah seorang teman yang tidak dapat membalas kasih Saudara:
 ...........................................................................................
 ...........................................................................................
MEMBAGIKAN
Ajaklah rekan komsel Saudara untuk melakukan kasih bersama secara nyata dan dirasakan orang lain!.
Ayat Hafalan: 1 Yohanes 3:18

Sabtu, 07 Juni 2014

“Mengasihi Lingkungan”

Kejadian 1:28-31; 2:5,15
MENERIMA
Berdoalah agar Tuhan memberikan Saudara hati yang mengasihi lingkungan di mana Saudara tinggal.
MERENUNGKAN
1. Apa perintah Tuhan kepada Adam berkenaan dengan ciptaan Tuhan yang lain? (1:28)
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Apa yang Adam lakukan ketika dia ditempatkan di taman Eden? (2:15)
.......................................................................................
.......................................................................................
3. Apa makna ayat 29-30 bagi Saudara?
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Saudara, pernahkah membayangkan jadi manusia ciptaan pertama yang hidup di taman Eden seperti Adam?  Di sana Saudara dapat melihat indahnya bunga-bunga, gemericik sungai yang jernih di mana di dalamnya terdapat ikan hias cantik, begitu juga sekelilingnya dipenuhi dengan pohon yang berbuah, rerumputan yang segar, dan binatang-binatang yang sehat.

Jika Saudara sebagai manusia yang sudah tercemar dosa, apakah yang Saudara lakukan?  Apakah Saudara akan memelihara, atau berpikir untuk mengeksploitasi taman tersebut secara besar-besaran?  Ketika Tuhan menciptakan Adam dari debu tanah (Ibrani: adama), Adam memahami statusnya sebagai rekan kerja Tuhan dalam mengelola taman itu (2:15).  Adam mengelola dengan baik dan dia setia kepada Tuhan tanpa mencari keuntungan pribadi.  Ketika Adam mengelola, Adam mendasarinya dengan ia begitu mengasihi Tuhan dan ciptaan Tuhan. Pada masa kini, peran “Adam - Adam” zaman sekarang pun dibutuhkan.  Kondisi bumi semakin merosot hari demi hari, oleh karena global warming (pemanasan dunia), kelaparan, kebakaran hutan, banjir, dan lain sebagainya terus bertandang bergantian.  Satu sisi terlihat pertumbuhan manusia di bumi terus bergerak naik, namun pertumbuhan ini tidak disertai dengan pertumbuhan dan perbaikan kondisi alam dan sumber daya alam.

Zaman ini dibutuhkan orang-orang yang dapat memberikan teladan bukan hanya sekedar memiliki pemahaman tentang pelestarian lingkungan.  Sebagai Adam-Adam zaman sekarang, Saudara dapat mulai melakukan hal-hal yang sederhana seperti menghemat listrik dan air atau menaman pohon.  Mulai memisahkan jenis sampah antara sampah plastik dan non plastik sehingga sampah mudah didaur ulang. Saudara juga dapat menghemat pemakaian kertas, menghemat pemakaian listrik, air, dsb.
MELAKUKAN
Lakukanlah tindakan kasih yang konkrit untuk salah seorang teman yang tidak dapat membalas kasih Saudara:
 ...........................................................................................
 ...........................................................................................
MEMBAGIKAN
Ajaklah rekan komsel Saudara untuk melakukan kasih bersama secara nyata dan dirasakan orang lain!.
Ayat Hafalan: 1 Yohanes 3:18

Jumat, 06 Juni 2014

“Mengasihi Yang Belum Percaya”

Kisah Para Rasul 1:6-11
MENERIMA
Berdoalah agar Roh Kudus menggerakan hati Saudara untuk mengasihi orang-orang yang belum percaya kepada Kristus.
MERENUNGKAN
1. Apa janji Yesus sebelum naik sorga? (11)
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Apa yang memampukan mereka menggenapi tugas ini’? (8)
.......................................................................................
.......................................................................................
3. Apa yang harus dilakukan oleh umat Tuhan setelah menerima Roh Kudus? (ay. 11)
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Sekembalinya dari perjalanan bisnis, Terry ingin membelikan beberapa hadiah kecil untuk anak-anaknya. Sang penjaga toko cenderamata di bandaraa menyarankan sejumlah benda yang mahal.  Saya tidak membawa banyak uang, katanya. Saya perlu sesuatu yang lebih murah.  Sang penjaga toko berusaha membuat Terry merasa dirinya adalah seorang berselera rendah jika tidak membeli apa yang ditawarkan.  Namun, Terry tahu bahwa anak-anaknya akan merasa senang denga apa pun yang ia berikan kepada mereka, karena hal itu datan dari hati yang mengasihi.  Dan ia benar, mereka senang sekali dengan hadiah yang ia berikan.

Pepatah mengatakan, “Orang dapat memberi tanpa mengasihi atau tanpa melibatkan hatinya namun orang tidak dapat mengasihi tanpa memberi atau berkorban”.  Yesus menantang para murid-Nya dan Saudara juga untuk membuktikan bahwa Saudara mengasihi-Nya melalui tindakan yang nyata kepada orang-orang yang ada disekitarmu.  Tantangan itu adalah menceritakan tentang kasih Tuhan: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. (1:8)”  Bersama dengan Roh Kudus, perkataan dan kesaksian tiap murid-muird-Nya, termasuk Saudara dapat memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan orang lain sehingga mereka dapat mengenal Kristus.
Kusuka mengabarkan tentang hal di sorga
Tentang kasih Tuhanku, yang mati bagiku
Kusuka mengabarkan tentang kuasa Injil
S'lamatkan yang berdosa, dapat hidup kekal.
Kusuka mengabarkan, Injil Tuhan yang mulia,
Kabarkan kasih Yesus dan kes'lamatan-Nya 
(KPPK 371)
Adakah Saudara juga suka untuk berbagi kasih Yesus Kristus kepada sesamamu? Ingatlah, Dia pastilah memberikan juga kekuatan untuk mengasihi juga.
MELAKUKAN
Lakukanlah tindakan kasih yang konkrit untuk salah seorang teman yang tidak dapat membalas kasih Saudara:
 ...........................................................................................
 ...........................................................................................
MEMBAGIKAN
Ajaklah rekan komsel Saudara untuk melakukan kasih bersama secara nyata dan dirasakan orang lain!.
Ayat Hafalan: 1 Yohanes 3:18

Kamis, 05 Juni 2014

“Mengasihi Yang Terabaikan”

Ulangan 10:16-19
MENERIMA
Berdoalah agar Tuhan melembutkan hati Saudara untuk mengasihi mereka yang terabaikan.
MERENUNGKAN
1. Perbuatan apa yang Tuhan lakukan terhadap janda, anak yatim, dan orang asing? (17)
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
.......................................................................................
2.  Apa perintah Musa kepada bangsa Israel? (19)
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Tidak lama setelah Perang Dunia II, pandangan yang paling mengerikan di Inggris adalah banyaknya anak yatim yang berkeliaran di jalanan. Di pagi yang dingin, seorang serdadu Amerika sedang menuju baraknya di London.  Saat ia sedang menikung dengan jeepnya, ia melihat seorang anak kecil dengan hidung yang ditempelkan ke jendela kaca sebuah toko kue. Anak itu sedang memperhatikan tanpa kata seorang koki yang membuat adonan untuk donat. Serdadu tadi menepi, memarkir jeepnya dan turun menghampiri anak tadi.  Melalu jendela yang berembun, ia dapat melihat potongan-potongan donat yang menggiurkan dikeluarkan dari oven, masih panas-panas.  Anak kecil itu mengeluarkan air liur dan menarik nafas ketika ia melihat koki itu dengan hati-hati menempatkan donat dalam rak pajangan.  Serdadu yang berdiri di samping anak tersebut merasa kasihan dengan anak yatim tanpa nama itu.  “Nak… kamu mau kue-kue itu?”  Anak itu terperanjat.  “Oh, ya… saya mau!”  Serdadu itu membeli selusin kue, memasukkannya ke dalam kantong, dan kemudian kembali menuju tempat di mana anak yatim tadi tengah berdiri. Ia tersenyum, menyerahkan bungkusan kue itu dan hanya berkata, “Ini buat kamu.”  Ketika ia berbalik pergi, ia merasa ada tarikan di jubahnya.  Ia memandang ke belakang dan mendengar anak itu bertanya dengan perlahan, “Tuan…apa engkau Tuhan?

Tuhan menciptakan manusia untuk berkomitmen dalam ketaatan. ‘Takut akan Tuhan ... mengasihi Dia’.Takut yang sesungguhnya dan kasih sejati pada Allah adalah 2 hal yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. keduanya menghasilkan pengabdian dengan segenap hati dalam ketaatan bagi seluruh perkenan Allah. Salah satu, yaitu dengan memberi. Ketika Saudara memberi, saat itulah Saudara paling mirip dengan Tuhan.  Yohanes 3:16 berkata, “Demikianlah Allah mengasihi dunia, sehingga Ia memberikan…”  Mari Saudara kasihilah Tuhan dengan cara memperhatikan orang-orang yang terabaikan, kaum tersisih, dan orang-orang yang pinggiran.
MELAKUKAN
Lakukanlah tindakan kasih yang konkrit untuk salah seorang teman yang tidak dapat membalas kasih Saudara:
 ...........................................................................................
 ...........................................................................................
MEMBAGIKAN
Ajaklah rekan komsel Saudara untuk melakukan kasih bersama secara nyata dan dirasakan orang lain!.
Ayat Hafalan: 1 Yohanes 3:18